
Bisnis pulsa murah sudah semakin mudah dan maju sehingga tidak perlu harus mengeluarkan modal hingga puluhan juta kecuali jika Anda berniat untuk membuat counter pulsa sendiri. Hanya saja memanfaatkan modal yang masih terbatas maka Anda bisa berjualan dengan memanfaatkan gadget pribadi yang sudah Anda punya. Konsumen Anda bisa dari orang terdekat seperti keluarga, sahabat, saudara, atau siapa saja yang Anda temui dan yang membutuhkan pulsa. Menjual harga murah sangat penting karena jika Anda memasang harga yang sangat mahal konsumen akan berpikir ulang untuk membelinya. Untuk saldo deposit sendiri minimal sudah bisa di dapatkan dengan nominal yang sangat terjangkau. Nantinya Anda bisa top up lebih besar dari keuntungan hasil penjualan pulsa pertama Anda tersebut.
Kalau Anda menjual pulsa dengan harga murah maka pelanggan akan semakin banyak. Tentu saja harga yang Anda buat jangan sampai merusak harga pasaran sesame pedagang pulsa yang lainnya. Murah bukan berarti Anda merugikan diri sendiri karena yang namanya bisnis harus selalu untung. Lalu, hindari kebiasaan memberikan hutangan pulsa kepada siapa saja. Bisnis adalah bisnis dan tidak bisa dicampuradukkan dengan kepentingan pribadi. Jika Anda ingin berhasil maka biasakan disiplin dan tertib terutama dalam hal keuangan. Siapa saja yang membeli pulsa harus langsung dibayar secara cash saat itu juga dan ini adalah langkah yang baik untuk membuat modal yang Anda punya terus berputar dan menjadi omset yang besar lama kelamaan.
Jika Anda memulai bisnis pulsa murah diusia muda maka nantinya Anda sudah punya pengalaman berbisnis sendiri dengan pengalaman yang lebih matang. Ketika sukses Anda sudah tahu bagaimana rasanya bekerja keras mengumpulkan uang dan mencari pelanggan untuk membeli pulsa di tempat Anda. Hal itu tidak akan pernah bisa Anda dapatkan dimanapun Anda belajar menuntut ilmu di bangku sekolah. Jangan sungkan untuk menawarkan jasa dan produk Anda dibidang pulsa karena siapa tahu ternyata orang yang Anda temui adalah pembawa rejeki bagi bisnis yang Anda miliki.
0 komentar:
Posting Komentar