Ketika pandemi belum berakhir seperti sekarang, pemerintah berupaya agar perekonomian kembali bangkit. Masyarakat pun bisa melanjutkan rutinitas seperti kondisi normal sebelum pandemi dengan beberapa aturan ketat. Era dimana masyarakat dihimbau beradaptasi dengan adanya virus corona ini disebut era new normal yang menetapkan pola hidup bau di segala aspek.
Aturan Pesta Pernikahan di Era New Normal
Pola baru juga diberlakukan untuk siapa saja yang berencana menggelar pernikahan termasuk resepsi pernikahan. Selama kenormalan baru atau new normal, ada sejumlah aturan khusus dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan. Diantaranya adalah:
1. Membatasi Jumlah Tamu Undangan
Selama new normal jumlah tamu undangan di acara resepsi tetap dibatasi, sehingga tidak memicu kerumunan berlebihan sampai tidak bisa menjaga jarak. Opsional lainnya adalah mengatur jumlah tamu undangan yang masuk dan keluar. Supaya di dalam area resepsi masih longgar, agar para tamu bisa menjaga jarak aman.
2. Wajib Cek Suhu Badan
Resiko menyelenggarakan resepsi pernikahan di tengah pandemi adalah harus siap dengan aturan ketatnya. Selain jumlah tamu juga ada kewajiban menyediakan fasilitas cek suhu badan. Sehingga pastikan EO yang dipilih bisa menyediakan hal ini, untuk memastikan tidak ada tamu undangan yang memiliki gejala terinfeksi virus corona.
3. Wajib Menyediakan Tempat Mencuci Tangan
Keluarga pengantin juga memiliki kewajiban menyediakan tempat mencuci tangan, baik itu wastafel sederhana maupun yang didekorasi sedemikian rupa. Sehingga tamu undangan yang masuk sudah membersihkan tangannya dari resiko terkena virus corona.
4. Kewajiban Memakai Masker dan Lainnya
Ada pula kewajiban untuk memakai masker baik dari pihak pengantin dan keluarganya maupun tamu undangan, perias pengantin, EO, dan semua pihak yang terlibat. Selain masker juga bisa menyediakan peralatan tambahan seperti sarung tangan dan face shield.
5. Tidak Ada Salaman
Umumnya selama resepsi tamu undangan naik ke pelaminan untuk bersalaman dan mengucapkan selamat pada pengantin dan pihak keluarga. Namun bersalaman di tengah pandemi akan berpotensi menularkan Covid-10. Oleh sebab itu selama new normal kebiasaan atau budaya salaman selama resepsi ditiadakan.
6. Tamu Bisa Hadir Secara Virtual
Pandemi perlu diakui meningkatkan kekhawatiran siapa saja untuk beraktivitas di luar rumah. Sekalipun resepsi pernikahan bisa dan boleh digelar, tentu ada aturan ketat yang melingkupinya. Termasuk kesediaan pengantin dan keluarga untuk menerima tamu undangan secara virtual. Sehingga tamu memiliki hak untuk tidak datang secara langsung melainkan secara virtual memanfaatkan teknologi terkini.
Jika sebelumnya resepsi pernikahan dilarang untuk digelar, maka penerapan new normal membuatnya sangat mungkin untuk digelar. Hanya saja ada beberapa aturan khusus selama penyelenggaraannya seperti penjelasan di atas. Aturan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan semua pihak dari ancaman virus corona, sehingga perlu dipatuhi.
0 komentar:
Posting Komentar